si 4 jam
Aku heran...dah 3 malam dia gak menghubungi aku, tanggal 23, 24, dan 25....hpku bungkam di tengah malam. Aku sempat bergumam dalam hati...tumben dia tak mengusikku...
Tgl 26 malam, hpku kembali berceloteh. Kulirik, kusentuh, kudekatkan dengan mataku untuk melihat nomornya...dari si 4 jam...kuangkat, dan kusahut. Ada yang aneh dari suaranya. Suaranya seperti bergetar dan terengah-engah.
Aku langsung nanya "lagi ikut uji nyali yach ??"
Dia diem. Aku heran.
"gak, aku baru ngalamin kejadian mengerikan", katanya dengan nada serius.
"???" ====> dalam hatiku.
Dia lalu menceritakan bentrok yang dialami timnya dengan kelompok Madi, aliran sesat yang berkembang di Palu, Sulteng.
"madi ?? siapa lagi dia ?? petruskah, pemerkosakah, atau apa..?? aku gak pernah denger tuh"
"kamu gak pernah nonton tv yach?"
"pernah, tp gak pernah denger ada yg namanya...sapa ??"
"madi"
"iya, madi"
"dasar lelet. Beritanya tu lagi santer2nya di tv"
"ups, gitu yach ?? alangkah o'on dan lemotnya diriku..."(pasti mak n tante yona langsung komentar : baru nyadar?? he he he)
Trus, dia cerita ttg kejadiannya. Suer, aku agak merinding mendengarnya. Bisa kurasakan ada sedikit rasa takut dalam hatinya. Aku berusaha menenangkan dia dengan cara mengalihkan pembicaraan. Tiba2 terbersit dalam hatiku keinginan untuk menemaninya. Dia saat ini berjuang sendiri melawan rasa takutnya. Benar2 telah dewasa.
Dia yang kutau anak tunggal, (dulunya) begitu bergantung ma keluarganya. Gak diperhatiin dikit aja, dia bisa ugal2an untuk menarik perhatian nyokapnya. Rhoel, Rhoel....
Tuhan...
dia adalah sebagian dari memori masa kecilku,
pengukir lembaran indah masa remajaku,
sahabat terbaik masa dewasaku,
lindungilah dia dimanapun dia berada...
beri dia kekuatan tuk jalani tugas2nya...
hapuskan rasa kesendirian dari hatinya...
sayangi dia, Tuhan....

