Thursday, August 25, 2005

D I A

Dia...orang yg menawarkan sayang dan komitmen...
Aku ingin melepasnya (sesuai saran tante yona n uwie), tp aku gak bisa. Mungkin bener yg uwie bilang, semua ini karena hatiku condong padanya. Gimana nggak. Aku mengenalnya sejak kecil, karakternya, keluarganya dan sebagian besar tentangnya.

Semalam, dia nelpon lagi, seperti malam2 sebelumnya, mengatakan segala yg mengganjal hatinya, menceritakan keinginannya, harapannya, ambisinya, de el el. Dan seperti malam2 sebelumnya, pembicaraan kami berlangsung 4 jam.

Jujur, aku gak tau gmn perasaanku ketika dia menelponku. Senang, sedih, bahagia, resah, takut, kesel dan kangen. Tp, secara tidak sadar, lama2 aku mulai menikmati obrolan dengannya, berharap dia menelpon setiap malam, merindukan lelucon2nya....
Apa perasaanku bener2 condong padanya ??

Aku berusaha menepis rasa itu. Semalam, aku ngobrol lumayan serius (tumben...) dengannya. Aku memberikan argumen padanya ttg beberapa hal menyangkut cinta yg kukutip dari Ayat2 Cinta. Dia menyimpulkan dari ucapanku itu bahwa aku melarangnya untuk menjadi Pejuang Cinta. Akhirnya, pembicaraan terputus karena pulsa is dead.

Gak lama kemudian, dia ngirim sms. Dia minta maaf karena telah mengganggu ketenanganku dengan telpon tengah malamnya. Dia bilang tak akan menghubungiku lagi....

Deg!!! hatiku kacau. Aku tiba2 merasa jadi orang yg kesepian. Sendiri...tanpa teman... Hatiku gundah. Disaat aku sudah terbiasa mendengar bunyi hp di malam hari, disaat aku sudah menikmati obrolan dengannya, disaat aku mulai merasakan kehadirannya, disaat aku bisa tertawa karena kekonyolan2nya, disaat....disaat ini juga dia akan menghilang...
Tapi aku yakin suatu saat aku akan terbiasa dengan hal itu.

Satu kalimat dari smsnya masih nongkrong di kepalaku.

"Ty, aku tau kalo sebenarnya kamu sayang n care banget ma aku, tp kamu terlalu takut mengakui dan menghadapinya"....benarkah ??
Aku gak tau.
Yang pasti, aku bener2 merasa blank karena dia akan menghilangkan dirinya dari malam2ku. Aku sedih dan sangat merasa kesepian. Mungkin benar aku sayang padanya, tp apakah sayang yg kurasakan ini adalah sayangnya seorang wanita kepada pria ?? Atau sayang seorang sahabat, teman, sodara... ??

Kalaupun sayangku adalah sayang seorang wanita kepada pria, aku tetep akan terpaku, terdiam, tak berekspresi.

Bagiku, kebahagiaan ortuku adalah kebahagiaan terbesarku. Walau mungkin terkadang tanpa kusadari, kebahagiaan ortuku itu sangat berseberangan dengan kebahagiaanku. Termasuk dalam hal cinta. Cintaku akan diarahkan kemana, pada siapa, itu semua kuserahkan pada ortuku.

Aku hanya akan terus diam....diam dan mengangguk....mungkin lebih tepatnya disebut pengecut daripada patuh (kata sebagian orang seeh)...

7 Comments:

Blogger raty said...

thx masukannya :).
raty yakin ada jawabnya n Insya Allah itu yg terbaik.
tp yg terpikir saat ini, apa yg terbaik menurut ortu, pasti terbaik untuk raty, walo hati raty mungkin akan sedikit menolak.
Eh, kalo dihadapi dengan senyum gak bakalan nemu jalan keluar mas, bisa2 malah dikira wong edan :p

2:22 AM  
Blogger elmiftah said...

iya kalo senyumannya pake dua bibir.
tapi laen ceritanya kalo senyuman itu keluar dari hati... :)
senyum dikala hati senang
dan
senyum dikala hati galau
wow, indahnya hidup dengan senyuman

andai saja kita bisa seperti itu :D

7:15 PM  
Blogger raty said...

This comment has been removed by a blog administrator.

11:41 PM  
Blogger raty said...

emangnya ada yach senyum yg cuma pakek satu bibir ?? :p
btw, bedanya antara senyum dikala hati senang n dikala hati galau apa ??
bisa ngasih contoh gak ?? :D

11:46 PM  
Blogger elmiftah said...

contohnya..
mhh, apa ya...
gimana kalo spt ini
kala hati senang, alhamdulillah Dia tlah menganugrahi yg terindah untukku

kala hati lara, alhamdulillah Dia telah mengingatkanku dan memberikan hikmah dibalik semua kejadian ini.
insyaallah ini yg terbaik untukku.

entahlah,
*sori kalo tlalu muluk*

8:40 PM  
Blogger elmiftah said...

This comment has been removed by a blog administrator.

8:42 PM  
Blogger raty said...

thx komentnya :)
gak terlalu muluk koq, malah menentramkan hati....

9:18 PM  

Post a Comment

<< Home