sebait kata hati
kesepian kembali menyapaku,
memanggilku dengan suaranya yg menyayat,
memelukku dengan sentuhan yang dingin,
merebahkanku dalam pangkuannya yang suram
sepi...entah mengapa dan darimana kau datang
kau cabik hatiku,
kau rampas senyumku,
dan kau tampar aku dengan kerinduan yang perih
ragaku mungkin terduduk di sini,
di sebuah kota kecil di utara surabaya,
tapi hati dan fikiranku berlari menembus dimensi,
menuju kota kelahiranku
teringat lagi olehku,
bergumul, bercerita, tertawa, adu jotos, bahkan sampai menangis bersama adik2ku
papa yang sangat keras mendidikku,
dan mama...ya...sosok yg selalu ada saat aku goyah, bagaikan air dalam kegersangan jiwaku
rumahku,
yang mungil tapi penuh warna,
tempatku menemukan cinta,
tempatku mengenal arti kehidupan sosial
aku rindu masa kecilku,
aku rindu keluargaku,
aku rindu kampung halamanku,
aku rindu waktu2 yang terlewati
tapi aku sadar aku tak mungkin melangkah mundur,
karena jalan dibelakangku telah tertutup oleh tembok waktu
aku harus terus maju, maju dan maju...
walau sesungguhnya aku ragu melangkah karena jalan di depanku tampak remang
entah apa yang menantiku di depan sana
satu hal yg pasti,
aku melangkah untuk menggapai impian dan harapanku, juga keluargaku
aku adalah sayap pengharapan mereka,
dan pengharapan itulah yg membuatku mampu berjalan melewati setiap dimensi di depanku
Tuhan...
dengarlah rintihan yang lahir dari rasa sepi ini,
jgn biarkan sayap ini rapuh dan patah
biarkanlah sayap ini terbang tinggi dalam dekapMu
karena sayap ini tercipta dari sejuta do'a dan harapan...


1 Comments:
Thinx, daripada kau ditampar, dicabik-cabik kesunyian,kerinduan, gimana kalau aku aja yang nampar, mencabik-cabik hehehehhehe...
Seperti biasa smack down heheheh..
piss sista, piss.....:p
Post a Comment
<< Home