Thursday, July 14, 2005

sebait kata hati

kesepian kembali menyapaku,
memanggilku dengan suaranya yg menyayat,
memelukku dengan sentuhan yang dingin,
merebahkanku dalam pangkuannya yang suram

sepi...entah mengapa dan darimana kau datang
kau cabik hatiku,
kau rampas senyumku,
dan kau tampar aku dengan kerinduan yang perih

ragaku mungkin terduduk di sini,
di sebuah kota kecil di utara surabaya,
tapi hati dan fikiranku berlari menembus dimensi,
menuju kota kelahiranku

teringat lagi olehku,
bergumul, bercerita, tertawa, adu jotos, bahkan sampai menangis bersama adik2ku
papa yang sangat keras mendidikku,
dan mama...ya...sosok yg selalu ada saat aku goyah, bagaikan air dalam kegersangan jiwaku

rumahku,
yang mungil tapi penuh warna,
tempatku menemukan cinta,
tempatku mengenal arti kehidupan sosial

aku rindu masa kecilku,
aku rindu keluargaku,
aku rindu kampung halamanku,
aku rindu waktu2 yang terlewati

tapi aku sadar aku tak mungkin melangkah mundur,
karena jalan dibelakangku telah tertutup oleh tembok waktu
aku harus terus maju, maju dan maju...
walau sesungguhnya aku ragu melangkah karena jalan di depanku tampak remang
entah apa yang menantiku di depan sana

satu hal yg pasti,
aku melangkah untuk menggapai impian dan harapanku, juga keluargaku
aku adalah sayap pengharapan mereka,
dan pengharapan itulah yg membuatku mampu berjalan melewati setiap dimensi di depanku

Tuhan...
dengarlah rintihan yang lahir dari rasa sepi ini,
jgn biarkan sayap ini rapuh dan patah
biarkanlah sayap ini terbang tinggi dalam dekapMu
karena sayap ini tercipta dari sejuta do'a dan harapan...

1 Comments:

Blogger Rona Nauli said...

Thinx, daripada kau ditampar, dicabik-cabik kesunyian,kerinduan, gimana kalau aku aja yang nampar, mencabik-cabik hehehehhehe...
Seperti biasa smack down heheheh..

piss sista, piss.....:p

2:07 AM  

Post a Comment

<< Home